Kumpulan Cerita Dewasa Seru

Just another WordPress.com weblog

Perjuangan Cinta Santi

Rama terlihat lari-lari ketika menuju ke arah kelasnya jari tangannya segera dipukulkannya ke pintu tok…….tok……..dia mulai menganggukan kepala masuk dan segera menuju ke meja dan kursi di mana biasa dia berada setiap harinya. Kedua matanya terkesima ketika bertemu sosok mata yang asing dan mulai tersenyum sambil mengulurkan tangan dan mulai membuka bibirnya yang tipis dan sesual.

“Kenalkan namaku Maharani………aku murid baru disini……..pindahan dari Bandung……..maaf ya aku duduk di sebelah kursi kamu…….” kata Maharani

Rama meletakkan tas di meja sambil tubuhnya mulai di dudukkan dikursi disebelah cewek itu, kedua matanya masih tak mampu berkedip terus serasa meraba cewek itu dari rambut sampai ujung kaki agak sedikit nakal dan akhirnya Rama tersenyum sambil melepaskan gengaman jari jemari tangan kanannya di tangann yang sangat halus itu.

Si Anton temen Rama yang paling bermulut ember langsung nyeletuk.

“Wah………wah………..hancur mina…….bisa-bisa besuk hanya tersisa tulang belulangnya saja………..” kata Anton

Semua siswa satu kelas tertawa riuh banget karena ada yang sambil memukul-mukulkan tangannya di meja, membuat Pak Haris guru Bahasa Indonesia mulai gerah dan tak suka.

“Sudah………sudah………cukup, sekarang mari kita mulai pelajarannya…….oh ya Rama……….Maharani tadi Bapak yang menyuruh untuk duduk disebelah kamu…………” kata Pak Haris.

Rama tersenyum sambil memberi hormat kalau setuju saja kalau Maharani berada di samping tempat dudukku, terlihat Maharani tersenyum sangat manis ke arah wajahku.

“Ehm…..anak ini cantik banget…….rambutnya lurus sebahu……..alis tebal….mata hitam besar berinar-binar……..dengan rambut mata yang panjang…..hidung mancung…….bibir tipis…….kaki sangat panjang dengan badan kecil sangat berisi menambah kemolekkan tubuhnya……….” bisik Rama dalam hatinya.

“He……..Rama itu gurunya di depan kelas sudah mulai mengajar…..mosok masih melihat ke wajahku terus………..” kata Maharani sambil tersenyum.

Membuat Rama sedikit malu dan mulai memperhatikan Pak Haris yang sudah mulai mencatat di papan tulis, ketika Rama melirik ke arah Sinta ternyata dia selalu mengawasi mereka berdua dan langsung cepat memalingkan wajahnya dengan mimik marah ketika mata mereka bertemu.

Eh ternyata Maharani juga memperhatikan dan mulai tanya kepada Rama dengan berbisik.

“Rama…..cewek yang duduknya dekat pintu kelas…….pacar kamu ya…..kok dari tadi mengawasi terus……….’ bisik Maharani

“Ih……..enggaklah…..tapi selama ini dia selalu baik sama aku, sering dia mengerjakan PR aku…….walau aku tak memintanya…….dan selalu traktir kalau di kantin he………” bisik Rama.

“He……….kamu itu gila banget………cewek kalau seperti itu pasti naksir berat sama kamu……….benar-benar nggak punya hati…….” bisik Maharani.

Rama terlihat cuma tersenyum sambil mengangkat kedua tangannya, mereka berdua walau baru bertemu sebentar sudah sangat terlihat akrab sampai-sampai teman cowok Rama terlihat iri karena Maharani benar-benar sangat cantik.

Ketika bel berbunyi tanda istirahat, terlihat semua siswa pada keluar kelas tak terkecuali Rama dan Maharani. Karena saat itu Maharani belum mempunyai teman cewek terpaksa Rama menemaninya.

“Ayo ke kantin cari bakso………..” ajak Rama, Maharani menganggukkan kepalanya dan mereka berdua berjalan beriringan sambil cerita, ketika bersimpangan dengan siswa lain terlihat mata mereka semua pada tak berkedip memandang wajah dan tubuh Maharani sampai-sampai Maharani tersenyum dan berkata pada Rama.

“Rama…….anak-anak disini aneh………banget masak semua melihat aku seperti itu…………..” kata Maharani.

“Ya mohon dimaklumi aja Ran……….pertama kamu anak baru………kedua kamu memang cantik banget……….” kata Rama sambil menggoda.

Maharani mencubit punggung Rama sambil mulai duduk di kursi kantin, Rama meringis kesakitan sambil menuju ke arah Bu Yem pesan 2 bakso dan 2 es teh. Ketika membalikkan badan untuk menuju ke tempat duduk Maharani dari kejauhan Rama melihat Santi, Sella, Fara dan Tika berdiri di sebelah Maharani sambil jarinya menunjuk-nunjuk ke arah wajah Maharani, ketika Rama berlari mendekat mereka semua sudah bubar dan tinggal Maharani yang sedikit berkaca-kaca.

“Ada apa Ran…kenapa kamu……..aduh baju kamu kenapa………” tanya Rama dengan gusar.

Dengan suara sedikit parau dan berkaca-kaca Maharani mulai bercerita dengan Rama.

“Tadi mereka berempat lewat sini sambil membawa bakso dan es teh…….eh……..salah satu dari mereka pura-pura jatuh karena menyenggol meja di depan ini sambil mengarahkan bakso dan es teh ke arah wajah dan bajuku……….” kata Maharani.

“Ayo aku antar pulang saja…………..masak kamu masuk kelas dengan baju seperti itu……….” pinta Rama.

Maharani mengelengkan kepalanya sambil tersenyum mulai tak berkaca-kaca dan berbicara.

“Rama nggak usah kawatir…….aku nggak masalah masuk ke dalam kelas dengan baju kotor………..asal duduknya di sebelah kamu……….” kata Maharani.

Mereka berdua tersenyum sambil menikmati bakso dan es teh kantin Bu Yem.

Karena waktu bel Daniel mencegat Rama untuk mengajaknya menemui Pak Hasan Wakasek Kesiswaan untuk membicarakan acara Pensi sekolah. Jadi Rama tak sempat meminta Maharani untuk mau diantar pulang. Dia segera berjalan ke parkir dan menuju ke Yamaha Vixion terbarunya dan menghidupkannya ketika melintas di depan sekolah dia agak kaget dan senang karena melihat Maharani sedang menunggu jemputan di bawah pohon. Rama segera mengarahkan kendaraannya di mana Maharani berteduh mematikan kendaraan lalu membuka helmnya dan segera tersenyum ke wajah Maharani.

“Maharani……..ayo aku antar pulang saja……………nunggu siapa di situ…….” kata Rama.

Maharani segera mendekat ke arah dimana Rama berada sambil tersenyum dia mulai menyahut.

“Aku nunggu kakak katanya mau di jemput………tapi kok belum datang sampai jam 14.30 wib………aku bonceng kamu saja ya….biar kakak aku sms untuk tidak jemput..” kata Maharani agak sedikit cemas.

Kami berdua berboncengan naik sepeda montor, karena Maharani tak memakai helm Rama melewati beberapa gang kecil untuk bisa sampai ke rumahnya. Sesampai di salah satu rumah yang cukup besar dan terdapat beberapa lost bangunan Maharani menyuruh berhenti lalu membuka pintu regol dan menyuruhku untuk masuk.

Mereka berdua masuk ke dalam salah satu ruang yang berjejer dan ternyata kamar, Maharani menawari aku minum.

“Rama minum apa…….teh atau sirup………atau aqua gelas saja………….” kata Maharani.

“Aku minta aqua gelas saja biar lebih cepat meminumnya…….” kata Rama sambil masih mengamati kamar Maharani.

“Rama…..ini tempat kost aku…..dan tadi yang aku bel itu anak om yang di Jakarta tapi aku memang ingin kost saja biar tidak mengganggu keluarga om Sofyan………” kata Maharani.

Rama tiduran di atas tempat tidur Maharani ketika melihat temannya itu masuk ke dalam kamar mandi untuk ganti baju. Beberapa saat kemudian Maharani keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai kaos kasual dan celana pendek, membuat mata Rama berbinar-binar menelanjangi semua lekuk tubuh Maharani yang indah itu.

“Ih…..kak Rama bikin Rani malu nih………masak memandangnya seperti itu…..” rengek Mahari manja.

Kamar itu mendadak sunyi ketika mata mereka saling memandang dan tubuh Maharani mulai di rebahkan di atas tubuh Rama…….mereka berdua terlihat saling melumat dan baru berakhir ketika ada suara motor masuk ke dalam halaman parkir kost. Tubuh Maharani masih berada di atas tubuh Rama mata mereka saling berpandangan, mereka berdua mulai tersenyum dan Rama mulai berani untuk mencium kening cewek itu. Ketika Rama mulai memeluk tubuh Maharani……..suara HPnya berbunyi……….Rama mulai duduk di pinggir tempat tidur sambil mengambil HP nya dan mengarahkan di sebelah telinganya.

“Halo……..kak ini Cindy…….kakak disuruh pulang mama……..soalnya tadi kak Sinta datang bertemu Mama kelihatannya menangis makanya kakak disuruh pulang Mama…….ingat cepat ya kak da…” suara Cindy di HP Rama.

“Aku pulang dulu ya Ran…….Cindy adik aku nyuruh ngantar ke Mall beli buku katanya……….” kata Rama bohong.

Maharani tersenyum menganggukkan kepala, sebentar kemudian mereka saling melumat lalu Rama mulai keluar dari kamar kost temannya itu. Maharani mengantar sampai ke pintu pagar sambil melambaikan tangan dan segera berlari-lari kecil masuk ke dalam kamarnya.

Ketika sampai depan rumah Rama terlihat gusar untuk masuk ke dalam rumah tapi karena Mama dan Sinta menunggunya dengan terpaksa dia mulai membawa Yamaha Vixion nya menuju ke dalam garasi dan segera masuk ke dalam ruang tamu. Ia melihat Santi dan Mamanya sudah duduk sambil terlihat agak tegang, Rama lalu duduk di sebelah Mamanya. Dan Mamanya terlihat menyuruh Cindy untuk masuk ke dalam kamarnya.

“Rama ini Santi…..dia cerita sama Mama…….banyak hal…….dari a-z dan Mama sangat percaya dengan dia…………Mama sebenarnya menyesal kamu telah melakukan tindakan tak senonoh terhadap dia……..tapi bagaimanapun kamu anak Mama………dan Mama ingin kamu bicara jujur apa betul cerita Santi. Kalau memang benar kamu tak boleh meninggalkannya sampai dia yang menginginkan kamu berdua berpisah………” kata Mama.

“Begini Ma…….cerita Santi memang benar Ma….tapi tidak 100% benar begitu…………boleh San aku cerita sama Mama sebenarnya……….” kata Rama.

“Rama…….sebenarnya nggak ada hal yang perlu kamu ceritakan lagi…..tapi nggak apa, ceritakan yang sebenarnya…………..” kata Sinta ketus.

“Mama memang benar cerita Santi……….tapi bukan aku yang menginginkannya……….tapi dia yang menginginkan……….saat itu aku tak sadar karena kita meminum obat terlarang……….maafkan Rama ma……..aku benar-benar tak tahu kalau minuman itu di kasih obat……….tapi kalau Mama memang tak boleh aku meninggalkan Santi…….Rama akan setia sama dia walau sebenarnya Rama tak pernah punya hati dengan Santi…………..” cerita Rama.

Mama Rama terlihat menangis tapi dia menahannya, dia mulai terlihat menata diri dan mulai berbicara.

“Bagaimanapun juga kamu sudah membuat Santi kehilangan sesuatu yang paling berharga di hidupnya…….kalau kamu mencintai Cindy adik kamu…..kamu tidak boleh meninggalkannya sampai dia menginginkannya………..sekarang kamu antar Santi pulang kerumahnya…” kata Mamanya.

Rama terlihat menaruh tas disebelah Mamanya dan langsung menuju garasi untuk mengambil motor Yamaha Vixionnya, terlihat Santi sudah ada diboncengan motornya. Karena rumah Santi hanya beda beberapa blok dari rumah Rama, mereka sudah terlihat di depan gerbang rumah mewah dan satpamnya segera membuka pintu karena tahu Santi yang datang.

“Aku langsung saja ya San……….belum makan siang………” pinta Rama

Terlihat wajah manyun Sinta sambil berjalan cepat menuju ke dalam rumah mewah itu, Pak Sobri satpam rumahnya sampai geleng-geleng kepala.

“Sabar mas Rama……..masuk saja ke dalam dari pada nanti repot, biar saya nanti yang memasukkan motor ke dalam….” kata Pak Sobri.

Aku tersenyum kecut lalu berjalan cepat untuk menuju ke dalam rumah, aku memberi hormat sama Mama Santi ketika melihat beliau sedang duduk di ruang keluarga sambil membaca majalah.

“Oh nak Rama……….masuk saja……..ngambek ya Santi………….langsung saja masuk ke kamarnya………….” kata tante Rianty dengan tersenyum melihat aku yang sedikit kesal.

Rama terlihat menaiki tangga ke lantai dua dan langsung membuka salah satu kamar, terlihat olehnya Santi tiduran di atas tempat tidur sambil membaca majalah. Rama mulai merayunya awal-awalnya Santi memalingkan wajah ketika Rama berusaha menciumnya tapi lama-lama mereka berdua sudah saling melumat dan meremas, karena tak tahan Santi mengajak Rama menuju kamar mandi lalu menguncinya dari dalam. Mereka berdua saling melepas pakaian dan kedua kaki Santi di pegang tangan Rama dan segera kontol yang besar dan panjang itu di masukkan diantara selakangan kedua kaki Santi dan mulai terlihat keluar masuk dalam lobang vagina Santi. Santi duduk di pinggir bibir bak mandi sambil kedua tangannya melingkar di leher Rama.

“Ough…………….ach……………..ough…………….ach…………….ough………ach.” rintih Santi sambil bibirnya melumat bibir Rama.

Santi semakin mengerang hebat ketika Rama semakin cepat mengoyangkan pinggulnya membuat kontolnya yang besar dan sangat panjang keluar masuk di dalam lobang vagina Santi.

“Ough……………ough…………….ah……………..ough…………….ach……………..” rintih dan erang Santi

Beberapa saat kemudian Santi terlihat tubuhnya menempel kuat ke tubuh Rama sambil menahan nikmat yang luar biasa, sampai-sampai pantatnya bergerak dan bergetar sendiri sambil mengerang.

“Ach………………ach……………..ough………….ough…………….ach……..ach…..” erang Santi sambil bibirnya terlihat terbuka dengan dua mata terpejam.

Rama semakin kencang mengerakkan pinggulnya membuat kontolnya keluar masuk dalam lobang vagina Santi, Tubuh Santi semakin bergetar hebat mengikuti hentakan pinggul Rama, sambil suaranya terdengar parau mengerang nikmat

“Ach………………ach………..ough……………ough……………ach………….ach……” raung Santi

Ough…………..ach………………..ach……………..crooooooooooooot croooooooot crooooooooooooot crooooooooot terlihat mereka berdua bergetar hebat mencapai orgasme bersama.

Beberapa saat kemudiaan dalam kamar mandi Santi hening sekali, kemudian Rama mulai melumat bibir Santi yang mendingin karena menahan nikmat yang sangat. Ketika Rama menuju tempat tidur dimana celananya dia tadruh, HP nya terdengar berdering. Santi terlihat lari-lari kecil sambil telanjang bulat dan segera merebut HP dari tangan Rama. Rama cuma bisa diam tak berkutik.

“Halo……….Maharani…….kamu nggak usah kegatelan…..nelpon-nelpon Rama………segala, ngaca lu……….emangnya siapa lu……….Rama itu pacar gue…..awas lu…….pingin tetap sekolah di SMA 48 atau pindah……….kalau ingin tetap sekolah disana jangan sekali-kali hubungi nomor ini……….” jawab Santi ketus.

“Sayang………..dengarkan……….aku……..kamu sudah dengar dari Mama sendiri aku tak akan meninggalkan kamu kalau tak kamu yang menginginkannya………” pinta Rama.

“Ehm……selama kamu belum mau berusaha mencintai aku seratus persen….aku pasti seperti ini…………..HP kamu aku yang bawa kalau kamu tak mau nurut, aku bilang mama biar keluarga kamu melamar ke rumahku…..” kata Santi sewot.

“Ok………..ok……….aku akan mencintai kamu seratus persen dan tak perlu kita nikah mudah San………..nanti masa muda kita bisa hilang……….” kata Rama

Rama mulai memakai baju dan celananya dan segera tiduran di atas tempat tidur Santi, Santi mulai tiduran juga dan mereka akhirnya terlelap tidur bersama, tahu-tahu waktu Rama bangun Santi berada di dekapannya dan sewaktu melihat jam menunjukkan jam 23.30 wib. Ehm gimana ini pulangnya ya………ternyata kamar di kunci Santi dan kuncinya dia ambil….entah ditaruh dimana. Akhirnya Rama tidur lagi sambil mendekap Santi dengan cinta.


//

November 20, 2013 - Posted by | Uncategorized | , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: