Kumpulan Cerita Dewasa Seru

Just another WordPress.com weblog

Cerita wil – Ratri Mahasiswa AKBID

Image

Ough mas jangan kenceng-kenceng ough………………ah………….ough……….Ratri mendesah tak aturan nafasnya tersenggal-senggal ketika aku mulai meremas dan melumat puting payudaranya yang montok dan jemari-jemari tangannya yang halus mulus mulai meremas-remas rambut aku, kami saling berguling dan menindih di kasur di dalam Hotel di daerah agak pinggir kota Surabaya. Ratri merupakan mahasiswa suatu Akbid di kota Surabaya dan kami bertemu di kereta jurusan Semarang – Surabaya ketika aku mendapat tugas untuk memeriksa proyek di daerah Malang Jawa Timur dan ketika itu kami berkenalan dan dia terpikat oleh ketampananku walau aku sudah cerita kalau sudah beristri dan mempunyai anak yang sudah kelas 1 SMP tapi dia tetap mengejar. Ough……………………ah…………..ough……………..aku mulai melepas celana dalamnya tapi Ratri berusaha untuk memegang teguh biar tak dapat aku lepaskan tapi pada akhirnya dia menyerah dan ough…………….ah………augh…………dia mendesah dan mengelinjang dan sesekali mengelinjang kala aku memasukkan sedikit ujung lidah aku ke dalam lubang diantara selakangan putihnya ough……………uh…………..ah rintih dia dan kelihatan nafsu birahinya mulai memuncak karena aku bisa merasakan remasan jemarinya di kepala aku mulai tak aturan dan sesekali gelitik aku di lubang antara selakangannya menyebabkan dia mengelinjang dan mengerang kenikmatan.

Aku mulai tak sabar untuk memasukkan senjata aku yang mulai berburu dengan nafsu, Ratri aku lihat mulai mengelepar dengan mata sayu memandangku dan memandang penuh nafsu dan birahi membuat aku jadi tak tahan untuk segera mungkin memasukkan senjata ke dalam lubang kecil yang sudah basah di antara selakangan putih bersih, aku lihat rambut hitam tipis di antara lubang itu yang mulai agak bergerak-gerak dan Ahgk………………..oug………………..ough………..rintih Ratri walau aku baru memasukkan ujung senjata aku ke dalam lubang kecil miliknya dia merintih kesakitan dan ough………………….ak………uh………sakit mas rintih Ratri ketika aku semakin menyodok ke dalam, aku berbisik untuk mengigit bantal dan mulai menyodok lebih keras dan nyooooooos terasa senjata aku hangat oleh remasan dalam memek dia dan agak terasa sedikit darah keluar dari lubang itu, tetapi Ratri aku lihat tak lagi merasakan perih itu tetapi lebih merasakan nikmat yang didapat ketika aku dengan halus mulai mengerakkan pinggul maju mundur sambil meremas-remas payudara Ratri yang cukup besar dia dengan mata sayu dan penuh birahi menikmati goyangan pinggul aku keluar masuk memeknya dan sesekali mengerang kenikmatan dan aku mengerang panjang sambil mengeluarkan senjata dari dalam memek Ratri jroooooooot jrooooooooot crooooooot croooooooot criiiit criiiiiiiiit.

Kami mulai tiduran lemas sambil berangkulan dan Ratri mulai menangis tersedu dan aku menenangkannya ‘Ada apa sayang kan tadi menikmati…………….’, Ratri berbicara sambil menangis ‘Tapi aku takut kamu tinggalin mas………soalnya kamu kan sudah punya istri dan anak’, aku menenangkannya ‘Sayang ……..kamu tak perlu kuatir nanti kita nikah siri saja dan kamu aku belikan rumah disini biar jauh dari istri dan anakku’, Ratri mulai diam dan merangkul aku seperti tak mau aku lepas dan kami mulai melumat lagi dan sambil rebahan di kasur Hotel dan mulai ketiduran, ketika kami bangun sudah pukul 5 sore Aku masuk kamar mandi dan segera membersihkan tubuh tapi baru mau mengambil sabun Ratri sudah masuk dengan sedikit bernafsu mulai merangkul aku dan dengan sedikit manja minta di lepaskan semua kain yang menutup di badannya dan kami langsung mengulum dan berburu dengan nafsu dan panas birahi, Ratri mulai jengkeng dan mulai melumat senjata aku yang mulai tegak dan sesekali ia mulai berani mengelitik ujung senjata aku dengan ujung lidahnya aku segera menidurkan dia dilantai kamar mandi dan aku berada di atas tubuhnya secara berlawanan sehingga senjata aku ada di depan mulutnya dan lobang diantara selakangan kaki putihnya ada di depan mulut aku, kami segera mulai saling melumat dan sesekali kami berdua mengelinjang dan mengerang kenikmatan ough……………………..ag……………ug……….uh………rintih aku dan Ratri berburu dengan nafsu dan setelah puas aku segera mengangkat tubuh Ratri dan menyuruhnya mengangkangkan kedua kakinya dan menaruh lobang kecil diantara selakangannya mengarah ke bawah menuju senjata aku yang seperti kayu menongak ke atas dan nyoooooooooooos……………nyoooooooooooos senjata aku masuk ke lubang kecil diantara selakangan Ratri, dia sedikt mengelinjang dan merintih eh……………ough…………..eh…………..dan mulai mengerakkan pinggulnya untuk bisa merasakan sendiri nikmat yang pas dalam lobang kecil diantara selakangannya dan aku lihat lubang itu penuh oleh senjata aku dan seperti katup agak melebar mengelilingi senjata aku yang besar, Ratri masih malu mengerakkan pinggulnya dan dia sedikit malu-malu kedua tangannya berpegangan di atas dadaku, aku mulai mengoyangkan pinggul dan dia mulai memejamkan mata sambil tubuhnya agak melengkung menuju ke arah kepalaku dan dia mulai mengarahkan bibirnya yang mungil dan sensual ke arah bibirku ketika aku mulai agak keras mengoyangkan pinggul dia mulai melepas lumatan bibirku dan dengan mata terpejam dan badan membungkuk merintih penuh nafsu uh………..agch……………dan sesekali mengerang kenikmatan ough…………..ough………….

Aku kaget ketika dengan reflek Ratri mulai mengoyangkan sendiri pinggulnya naik turun sambil merintih dan meraung raung ough…….acgh………………….ough…………….ah………….dan dia meraung kencang sambil kedua jemarinya meremas dadaku dan memelengkungkan badan ke arah tubuh aku masih dengan raungan dan dreeeeeeeeeet drettttttttttttt………dret……….dret lubang di antara selakangan Ratri bergetar-getar serasa meremas-remas senjata aku dengan kuat dret………dret……..ough nikmat sekali batin aku dalam hati sudah tak seperti lubang di antara selakangan istri aku dirumah, maklum sudah punya anak satu. kami saling mengerakkan pinggul untuk semakin merekatkan lubang di antara selakangan Ratri dan senjataku ough nikmat sekali sampai Ratri meringis dan mengerang hebat dan berkeringat ketika mulai sadar dia menyandarkan tubuhnya di atas tubuh aku yang masih di atas lantai kamar mandi Hotel dan Ratri kelihatan lelah sekali dan merasa sangat puas dan kamipun meyudahi permainan dengan mandi berdua sambil bercanda dan tertawa. Kira-kira jam 8 malam setelah kami makan Ratri mengantar aku ke stasiun kereta dengan naik mobilnya dan dia merangkul aku dan menciumbibir aku dengan kuat sebelum aku meninggalkannya dan berbisik ‘ Mas……..jangan lupa untuk membelikan rumah dan nikah sirinya’, aku menganggukkan kepala dan mulai masuk ke gerbong kereta yang mau berangkat ke kota Semarang………

Sempongan Ibu & Adik Tiri

Diantara Selakangan Ibu & Adik Tiri

October 24, 2013 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: