Kumpulan Cerita Dewasa Seru

Just another WordPress.com weblog

Cerita wil – Ratri Mahasiswa AKBID

Image

Ough mas jangan kenceng-kenceng ough………………ah………….ough……….Ratri mendesah tak aturan nafasnya tersenggal-senggal ketika aku mulai meremas dan melumat puting payudaranya yang montok dan jemari-jemari tangannya yang halus mulus mulai meremas-remas rambut aku, kami saling berguling dan menindih di kasur di dalam Hotel di daerah agak pinggir kota Surabaya. Ratri merupakan mahasiswa suatu Akbid di kota Surabaya dan kami bertemu di kereta jurusan Semarang – Surabaya ketika aku mendapat tugas untuk memeriksa proyek di daerah Malang Jawa Timur dan ketika itu kami berkenalan dan dia terpikat oleh ketampananku walau aku sudah cerita kalau sudah beristri dan mempunyai anak yang sudah kelas 1 SMP tapi dia tetap mengejar. Ough……………………ah…………..ough……………..aku mulai melepas celana dalamnya tapi Ratri berusaha untuk memegang teguh biar tak dapat aku lepaskan tapi pada akhirnya dia menyerah dan ough…………….ah………augh…………dia mendesah dan mengelinjang dan sesekali mengelinjang kala aku memasukkan sedikit ujung lidah aku ke dalam lubang diantara selakangan putihnya ough……………uh…………..ah rintih dia dan kelihatan nafsu birahinya mulai memuncak karena aku bisa merasakan remasan jemarinya di kepala aku mulai tak aturan dan sesekali gelitik aku di lubang antara selakangannya menyebabkan dia mengelinjang dan mengerang kenikmatan.

Aku mulai tak sabar untuk memasukkan senjata aku yang mulai berburu dengan nafsu, Ratri aku lihat mulai mengelepar dengan mata sayu memandangku dan memandang penuh nafsu dan birahi membuat aku jadi tak tahan untuk segera mungkin memasukkan senjata ke dalam lubang kecil yang sudah basah di antara selakangan putih bersih, aku lihat rambut hitam tipis di antara lubang itu yang mulai agak bergerak-gerak dan Ahgk………………..oug………………..ough………..rintih Ratri walau aku baru memasukkan ujung senjata aku ke dalam lubang kecil miliknya dia merintih kesakitan dan ough………………….ak………uh………sakit mas rintih Ratri ketika aku semakin menyodok ke dalam, aku berbisik untuk mengigit bantal dan mulai menyodok lebih keras dan nyooooooos terasa senjata aku hangat oleh remasan dalam memek dia dan agak terasa sedikit darah keluar dari lubang itu, tetapi Ratri aku lihat tak lagi merasakan perih itu tetapi lebih merasakan nikmat yang didapat ketika aku dengan halus mulai mengerakkan pinggul maju mundur sambil meremas-remas payudara Ratri yang cukup besar dia dengan mata sayu dan penuh birahi menikmati goyangan pinggul aku keluar masuk memeknya dan sesekali mengerang kenikmatan dan aku mengerang panjang sambil mengeluarkan senjata dari dalam memek Ratri jroooooooot jrooooooooot crooooooot croooooooot criiiit criiiiiiiiit.

Kami mulai tiduran lemas sambil berangkulan dan Ratri mulai menangis tersedu dan aku menenangkannya ‘Ada apa sayang kan tadi menikmati…………….’, Ratri berbicara sambil menangis ‘Tapi aku takut kamu tinggalin mas………soalnya kamu kan sudah punya istri dan anak’, aku menenangkannya ‘Sayang ……..kamu tak perlu kuatir nanti kita nikah siri saja dan kamu aku belikan rumah disini biar jauh dari istri dan anakku’, Ratri mulai diam dan merangkul aku seperti tak mau aku lepas dan kami mulai melumat lagi dan sambil rebahan di kasur Hotel dan mulai ketiduran, ketika kami bangun sudah pukul 5 sore Aku masuk kamar mandi dan segera membersihkan tubuh tapi baru mau mengambil sabun Ratri sudah masuk dengan sedikit bernafsu mulai merangkul aku dan dengan sedikit manja minta di lepaskan semua kain yang menutup di badannya dan kami langsung mengulum dan berburu dengan nafsu dan panas birahi, Ratri mulai jengkeng dan mulai melumat senjata aku yang mulai tegak dan sesekali ia mulai berani mengelitik ujung senjata aku dengan ujung lidahnya aku segera menidurkan dia dilantai kamar mandi dan aku berada di atas tubuhnya secara berlawanan sehingga senjata aku ada di depan mulutnya dan lobang diantara selakangan kaki putihnya ada di depan mulut aku, kami segera mulai saling melumat dan sesekali kami berdua mengelinjang dan mengerang kenikmatan ough……………………..ag……………ug……….uh………rintih aku dan Ratri berburu dengan nafsu dan setelah puas aku segera mengangkat tubuh Ratri dan menyuruhnya mengangkangkan kedua kakinya dan menaruh lobang kecil diantara selakangannya mengarah ke bawah menuju senjata aku yang seperti kayu menongak ke atas dan nyoooooooooooos……………nyoooooooooooos senjata aku masuk ke lubang kecil diantara selakangan Ratri, dia sedikt mengelinjang dan merintih eh……………ough…………..eh…………..dan mulai mengerakkan pinggulnya untuk bisa merasakan sendiri nikmat yang pas dalam lobang kecil diantara selakangannya dan aku lihat lubang itu penuh oleh senjata aku dan seperti katup agak melebar mengelilingi senjata aku yang besar, Ratri masih malu mengerakkan pinggulnya dan dia sedikit malu-malu kedua tangannya berpegangan di atas dadaku, aku mulai mengoyangkan pinggul dan dia mulai memejamkan mata sambil tubuhnya agak melengkung menuju ke arah kepalaku dan dia mulai mengarahkan bibirnya yang mungil dan sensual ke arah bibirku ketika aku mulai agak keras mengoyangkan pinggul dia mulai melepas lumatan bibirku dan dengan mata terpejam dan badan membungkuk merintih penuh nafsu uh………..agch……………dan sesekali mengerang kenikmatan ough…………..ough………….

Aku kaget ketika dengan reflek Ratri mulai mengoyangkan sendiri pinggulnya naik turun sambil merintih dan meraung raung ough…….acgh………………….ough…………….ah………….dan dia meraung kencang sambil kedua jemarinya meremas dadaku dan memelengkungkan badan ke arah tubuh aku masih dengan raungan dan dreeeeeeeeeet drettttttttttttt………dret……….dret lubang di antara selakangan Ratri bergetar-getar serasa meremas-remas senjata aku dengan kuat dret………dret……..ough nikmat sekali batin aku dalam hati sudah tak seperti lubang di antara selakangan istri aku dirumah, maklum sudah punya anak satu. kami saling mengerakkan pinggul untuk semakin merekatkan lubang di antara selakangan Ratri dan senjataku ough nikmat sekali sampai Ratri meringis dan mengerang hebat dan berkeringat ketika mulai sadar dia menyandarkan tubuhnya di atas tubuh aku yang masih di atas lantai kamar mandi Hotel dan Ratri kelihatan lelah sekali dan merasa sangat puas dan kamipun meyudahi permainan dengan mandi berdua sambil bercanda dan tertawa. Kira-kira jam 8 malam setelah kami makan Ratri mengantar aku ke stasiun kereta dengan naik mobilnya dan dia merangkul aku dan menciumbibir aku dengan kuat sebelum aku meninggalkannya dan berbisik ‘ Mas……..jangan lupa untuk membelikan rumah dan nikah sirinya’, aku menganggukkan kepala dan mulai masuk ke gerbong kereta yang mau berangkat ke kota Semarang………

Sempongan Ibu & Adik Tiri

Diantara Selakangan Ibu & Adik Tiri

October 24, 2013 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | Leave a comment

Ibu Dosen Aku Yang Hot……………..

Aku kaget banget ketika bangun sudah jam 5 sore padahal hari ini ada ujian pemprogramman pascal, aduh…………..kenapa mbak aku nggak bangunin ya……………Aku cepat-cepat sikat gigi, cuci wajah,  ganti baju dan langsung menuju ke MegaPro kesayangan dan langsung cabut………………..karena cepat maka 15 menit udah sampai ke kampus. ”Tok………………tok…………..” tangan aku megetuk pintu…………………Dosen aku yang berjilbab dan cantik mendekat ke pintu dan memperlihatkan muka mengerut………”Ada………..apa pura-pura tak kenal aku……..”, ”Permisi ibu……….aku mau ikut ujian………….” jawab aku dengan kesopanan tingkat tinggi…………”Tau nggak ujiannya jam berapa………?” tanya dosen. ”Jam setengah lima ibu………tapi saya habis kerja istirahat sebentar ketiduran………….” jawab aku sesopan mungkin………..”Gini aja nanti jam sembilan malam aku udah selesai mengajar kamu bisa minta ujian susulan……..” jawab dosen mapel pascal sambil meninggalkan aku yang masih bengong……….

Aduh bener-bener sial hari ini gerutu aku dalam hati sambil menuju bangku depan kelas untuk menunggu jam ujian berikutnya……….beberapa menit kemudian teman-teman udah pada keluar ruangan dan semua ketawa melihat aku apalagi si Agung ” ha………………rasain lo………..makannya jangan sok…………emangnya kalau udah dekat Bu Maya………kalau ujian boleh terlambat………….” dan Anas juga menimpali………”Khan mahasiswa kesayangan…………..ha………………………”. Aku Cuma bisa ketawa kecut ketika mendengarkan ocehan kedua teman karibku bercanda…………..”Santai aja…………..nanti jam sembilan………..aku di bolehkan ujian susulan………..” jawab aku sambil mengajak mereka berdua untuk istirahat dan makan di warung depan kampus………….”Kemana……………?! tanya Anas………..”Biasa………..ke SK………(Sego Kucing)” jawab Aku sambil mengarahkan mereka berdua untuk menuju ke Warung depan Kampus kami. ”Ant……….biasanya Bu Maya………….kalau pelajaran ngajak gobrol diluar ruangan……………tapi kali ini kok aneh………….kamu tak boleh ikut ujian mapelnya……………ya Gung……….” kata Ana sambil melihat kearah Agung yang baru asik menikmati kepala ayam bakar…………..”Mungkin Anto tak mau di ajak tidur di kostnya tadi malam he……………” celoteh Si Agung sambil masih menikmati kepala ayam bakar kesukaannya………….

”Ayo cepat……………udah jam ulangan Dasar-dasar DBMS…………….” kata aku sambil membayar dan langsung cabut karena takut terlambat seperti tadi………..karena dikerjaan mengerjakan databases makannya aku cepat selesai, aku menyerahkan lembar jawab pada dosen dan sambil melirik Anas dan Agung yang masih pusing mengerjakan soal……………..Aku lihat jam menunjukkan pukul 8.45 menit malam dan segera menuju ke ruangan Ibu Maya…”Tok……………..tok…………….” Aku ketok pintunya…………….dari dalam terdengar suara lembut Ibu Maya ”Masuk aja tidak aku kunci pintunya………..”. Aku langsung masuk ke dalam dan memberi hormat untuk duduk di kursi depan Ibu Maya yang baru sibuk dengan Laptopnya……………”Oh………….kamu Ant saya kira siapa ” sapa Ibu maya………………” sambil masih sibuk dengan Laptopnya dan tidak melihat Aku……………dia bertanya ”Emang ada apa menemui aku………………….nggak ditunggu Siti………..pacar kamu itu yang seperti peragawati……………………”. Sambil menunduk Aku menjawab ”Tidak Bu Maya……..saya mau mengikuti ujian susulan Program Pascal……………..”. ”Ok……..ambil kertas tulis…………..soalnya saya dikte aja……..” suruh Bu Maya………..Aku ambil kertas dan siap menulis sambil tanpa memperhatikan wajah Bu Maya……………..tetapi lama aku tunggu Bu Maya…………….tak mengeluarkan sepatah katapun……………setelah aku menoleh………kearah wajahnya…………..Aku lihat dia tersenyum……………..manis……..dan ketawa………………………”Ant………………ant………kamu itu bloon amat………..dan polos………………….” kata Bu Maya sambil memperhatikan Aku yang masih bengong….”Gini aja…………..ujiannya di ganti ini………….” Bu Maya berkata begitu sambil membalik Laptopnya ke hadapan Aku………………”Teruskan program itu kalau jadi hari ini Aku kasih………..nilai A untuk pelajaran Pascal………..” kata Bu Maya….”Tapi lama ini Bu………….mungkin sampai subuh atau pagi……………” jawab Aku……………..”Nggak apa nanti………..kalau………..kampusnya tutup kamu terusin di kost………….Ibu………………” kata Bu Maya sambil menuju ke arah tempat untuk membuatkan teh Aku………………..

Aku serius untuk mengerjakan program Pascal Ibu Maya…………..tanpa memperhatikan dosen aku yang duduk tepat didepan tempat aku kerja………….karena aku ingin mendapatkan nilai ”A”………”Ant…………..tehnya diminum dulu……….nanti dingin lho…………….” pinta Bu Maya…………………aku Cuma menganggukkan kepala tanpa melihat ke arahnya……………..tahu-tahu aku rasakan Bu Maya tangannya udah di bahuku sambil memperhatikan program yang aku kerjakan…………………Aku agak kikuk menerima kelakuannya tetapi karena dosen ya……………biarlah batin aku dalam hati………….”Kamu itu memang nggak punya rasa…………..apa memang kalau semua programmer itu tak punya rasa ya…………..” celoteh Ibu Maya di atas kepalaku…………aku nggak paham apa yang dibicarakannya…………….”Kemarin hari selasa minggu lalu……….kamu makan didepan kampus sama Siti khan……….?” tanya Bu Maya………….”Oh …….itu Siti khan dapat bonus dari kerjaan………mosok aku di traktir nggak mau……..khan rugi bu…………..” jawab Aku dengan polos…………..aku lamat-lamat merasakan sesuatu yang kenyal dipunggung dan agak hangat…………..ini pasti payudara Bu Maya………aku tak bergeser……….karena kenakan…….tapi aku agak segan karena kalau mengajar Bu Maya memakai Jilbab……..memang sih aku udah lama paham kalau Bu Maya naksir sama aku tetapi aku pura-pura bloon…..”Ayo ant……………dilanjutkan di kost aja karena kampusnya mau ditutup…” kata Bu Maya sambil lendotan dengan mesra di punggungku bikin adik kecil aku tak tahan aja………….ough…………..sampai aku rasakan adik kecil mengeluarkan air………….karena aku benar-benar teransang karena memang dia menindihkan payudaranya yang montok dipunggungku…………..”Ayo……………….cepat…………….” Kata Bu Maya menimpali kata-katanya yang tadi ”Ya……………ya………….bu………….” jawab aku sambil menutup laptop yang masih menyala dan menyerahkan padanya………aku siap-siap keluar ruangan Bu Maya…………..tapi aku tersentak ketika tanganku ada yang memegang……………dan aku lihat Bu Maya melihat aku dengan sayu dan penuh mengoda…………….ser…………….jantung aku agak berdegup karena takut-takut senang…………………dan Aku mulai mendekat dan kami mulai berpelukan dan saling melumat dan adik kecilku mulai mengeras dan meronta-ronta pingin yang lain…………………tak aku sadari kedua tanganku……….memegang kedua bokong bu maya yang kenyal dan cukup besar dan mulai meremas-remas kedua payudara yang mulai mengembang………..dan aku berbisik………”Sabar bu………………di kost aja………….nanti disini ada office boy yang melihat…………….” Bu Maya melepaskan dekapannya dan mulai mengajak aku untuk keluar ruangannya yang sepi dan aku langsung menuju parkiran untuk mengambil MegaPro kesayangan………..dan udah di tunggu……….di Pintu masuk kampus…………………dan kami pun mulai menerjang kegelapan jalan menuju ke kost Bu Maya yang lumayan jauh jaraknya dari kampus………..

”Ayo………..masuk ” kata Bu Maya ketika aku ragu-ragu untuk masuk ke kamar kostnya yang lumayan luas………….Aku masuk dan pintu langsung ditutup oleh Bu Maya………….”Aku ganti baju dulu ya……………………sekalian mandi” Kata Bu Maya sambil menuju kamar mandi yang memang ada di kamarnya……………..Jilbab dia lepas dan melemparkan ke arahku, eh……….tambah baju dia lempar ke arahku………….dan sekarang rok juga dia lempar ke arahku………………..sebentar kemudian dia memperlihatkan diri untuk mengajak aku ke kamar mandi………….”Dengan………..rasa campur aduk……..aku berjalan dengan agak deg-degan…………..dan senang……………ough………..baru tahu aku ternyata tubuh bu Maya putih bersih dan mulus…………..ketika aku lihat hanya pakai celana dalam dan BH saja……………………Aku ditariknya dan langsung melumat bibir aku yang masih grogi……………tetapi lama-lama aku menjadi biasa dan semakin liar untuk merasakan seluruh kemolekan tubuh Bu Maya………………sambil melumat bibir tipisnya…………..aku buka BH yang menutup payudara yang besar dan kenyal dan mulai……………ough…………..nikmat sekali ketika aku bisa menghisap-hisap puting payudaranya dan sesekali memainkan lidahku………………….Bu Maya mendesah dengan suara birahinya yang tinggi………………..ehm……………..ough…………..dengan kedua mata terpejam ehm…………………ough…………………dan aku mulai liar untuk memasukkan jari jemariku ke dalam celana yang ada di tengah-tengah selakangan Bu Maya yang halus putih mulus………….Bu Maya mengelinjang ketika dengan halus aku remas tonjolan yang cukup berair di antara dua selakangan yang mulai bergetar……….ehm………………….ough……………………….aku juga tak tahan dan aku arahkan jemari Bu Maya yang lentik untuk melepas celana dan memasukkan jemarinya ke dalam celana dalam aku……………..ough………………halus banget biking sinang langsung mengeras…………..seperti batu……………ough…………….nikmat…………………………….aku mulai memasukkan jemariku ke lubang tonjolan kenyal yang ada di selakangan Bu Maya………….ough………….ough………….dia mengelepar-gelepar sambil mengigit-gigit bahu…………………dan mulai mengeluarkan cairan kental disekujur lubang di tengah tonjolan yang berada di antara kedua pahanya yang mulus……………membikin aku semakin ingin……………………aku tak sabar dan aku bopong bu Maya menuju ke kamarnya dan aku jatuhkan ke tempat tidur dan selanjutnya…………………..kumasukkan adik kecilku yang sudah meronta-ronta di lubang di antara selakangannya yang menganga lebar ough………….rintih Bu Maya ketika……………aku masukkan senjata…………………..ough……………ough………ketika aku mulai mengoyangkan pinggul untuk memainkan senjata……………..ough………………ough………….semakin keras Bu Maya meronta dan berpegangan erat pada seprai yang sudah berantakan………………ough……………..egh…………………..Bu Maya mengerang-erang keenakan ketika aku genjot semakin kencang………….ough……………ough……….Bu Maya merintih sambil mendekap erat ke arah ku tetapi aku terus mengenjotnya ough………………..ouh……………..uh…………………ough………..aku rasakan getaran hebat di dalam lubang tonjolan di anta dua paha……………………..dan denyutan yang sering dan seakan mengerem gerakan senjata yang ada di dalam ough…………..ough……………rintih Bu Maya yang udah berantakan rambutnya dan penuh keringat dan nafsu dan kemudian aku rasa air menyemprot ke arah senjata……………..ouh……..hangat nikmat aku rasakan aku semakin kegilaan dan agak ketawa karena antara nikmat dan geli yang ada di sekujur senjata…………..yang mengelitik dan melumat……………..ough…………….aku tak terkendali dan aku cabut senjata dan crot……………………………jrot………………..ough………………….ough………………………..rintih aku keenakan dan Bu Maya dengan penuh nafsu mengarahkan mulutnya ke senjata ku yang masih menegang dan melumatnya ehm………………….ough……………………….ehm……………………aduh……………enak sekali sampai aku meremas-remas rambutnya yang udah acak-acakan nggak karuan………………..ough……………..aku merintih ketika ujung lidahnya mengelitik di ujung senjataku ough………………..nikmat dan kami lemas tak berdaya dan tiduran………………..dan akhirnya tidur………………..pulas……………sambil masih telanjang bulat………………….aku rasakan kepala Bu Maya ada di atas dadaku yang cukup bidang dan melinkarkan tanganku di tubuhnya yang juga masih telanjang……………………….

Ingin lebih hot Nikmatnya Tubuh Kedua Bibiku
CERITA PALING BARU

Aku Meniduri Tubuh Bibi Susan
Istri Kakak Ipar Sintal
Bunga Cinta Masa SMA
Cara Mempercantik Diri
Sempongan Ibu Tiri
Mencukur Rambut Vagina
Rahasia Orgasme
Aku Dapati Adik Ipar Ough…
Cinta Terlarang
Reni Menikmati Multi Orgsm
Janda Kembang

January 17, 2012 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , | 24 Comments

Cerita Dewasa – Reni Menikmati Multi Orgms

Ant………tolong cetakkan rekap pajak bulan ini ya…………………” pinta Reni sekretaris kantor aku yang memang cantik………….”sabar…..sayang aku baru…….update profil di facebook. ”Ini……….cetakan rekap pajak bulan ini……..” kata ku sambil menyerahkan seberkas kertas kepadanya……………hari ini aku berdecak kagum ketika Reni memakai baju merah muda agak tipis………ough…..cantik benar batin ku. Ada beberapa bagian cukup menonjol di depan dadanya……….yang lumayan bidang membikin tubuh Reni semakin sempurna……….”Ehm……..memangnya ada sesuatu yang salah pada baju aku………” tanya Reni sambil mengeryitkan kulit kepalanya………..dan menyelidiki mata aku yang melihat bentuk tubuhnya…………….”Kagak………kamu cantik dan sempurna pakai baju itu……………” kata aku sambil tersenyum manis…………..”Nggak bakalan aku percaya segala rayuan gombalmu Ant………” jawab Reni sambil meninggalkan aku yang masih memperhatikan bentuk tubuhnya yang benar-benar bagus……….

Ketika berjalan meninggalkan aku………………aku perhatikan dari ujung kaki yang putih kecil………lentik………..dan mempunyai kaki panjang……..pantat padat berisi di tutupi celana ¾ yang agak tipis………….ehm………benar-benar pingin pegang rasanya………..agak ke atas sedikit……pinggang yang semampai…..rambut lurus sebahu….ck…………..ck………..”Mas…………..permisi………lantainya kotor mau aku bersihkan………….” kata office boy ……..menyadarkan aku dari pikiran yang agak jorok sama Reni………….sekretaris kantor tempat aku bekerja yang benar-benar………menggairahkan…..Aku kembali update facebook dan menulis di status………..”Ehm……………benar-benar sempurna……….aku melihatnya……….” di depan meja aku agak jauh……….adalah meja Reni……………tapi aku perhatikan kosong…………….kemana ya…………….batin ku dalam hati……………tapi tak berapa lama dia memberi komentar di status ”Apa yang dilihat  sempurna Ant……………………..”. Aku langsung balas…………..”Seseorang yang sangat berarti……….yang bertemu baru saja tadi………”. ”Baju bekas di rumah banyak Ant………………” balas Reni di Status Facebook….”Emannya untuk apa……..??……..” balas ku. ”Ehm………….nggak tahu ya………….di buat gombal kali…………he………”  Aku balas komentarnya ” Tapi benar…….benar sempurna……….” . Aku kirim kata-kata yang agak narsis yang nggak bisa di baca banyak orang karena lebih pribadi maka aku kirim lewat inbox……….

”Ada seorang putri yang cantik………dia benar-benar cantik dari ujung rambut sampai ujung kaki……..rambutnya hitam lurus dan panjang sebahu…………..mempunyai alis tebal……..mata bening berbinar……..hidung mancung …..kalau ketawa ada lesung pipi…….bibir tipis agak kemerahan……..dagu lonjong telur……dadanya agak lebar dengan dua tonjolan yang kenyal menantang diselimuti baju merah yang tipis……pinggang ramping dengan pinggul kuat…………….dengan di topang dua pantat padat kenyal………..dengan di sangga 2 kaki panjang yang semampai………..rasanya Aku ingin memanjatnya dan berpegangan pada kedua tonjolan kenyal yang ada di dada tegapnya…………..ouhg nikmat betul rasanya…………………” ………..Reni hanya jawab…” Kamu benar-benar Gomba……………………………………lllllllllllllllllllllll………”

Reni masuk ke ruang kantor sambil senyum-senyum sendiri melihat HP Blackberry yang di dalamnya ada pesan inbox dari ku………..tanpa memperhatikan aku dan mulai duduk di belakang meja kerjanya yang ada di depan meja kerja ku tetapi lumayan agak jauh…………..”Ant….mau antar aku nggak……….makan siang di …….depan………..” ketika aku buka inbox yang masuk……….”Di parkiran maksud kamu……………..” jawab aku………….”Ih……..Anton………..maksudnya di pujasera di dalam ”Swalayan ADA” balas Reni…………..”Aku baru males ren…….soalnya tanggal tua………..kalau nanti malam nginap di kost kamu aku langsung berangkat deh………” tulis aku di inbox sambil sedikit bergurau………………..tapi tak kusangka Reni mengiyakan lewat inbox ”Ok deh…………..tapi aku di traktir dulu…….”

Aku langsung menghampiri mejanya dan menarik tangannya……….”eh……..sambar dong………..” pinta Reni pada ku karena kutarik tangannya sampai dia mau jatuh. Kami berdua dengan jalan kaki menuju ke pujasera yang ada di dalam swalayan ADA. Dan aku pesan dua makan siang memakai ayam bakar dan minum teh Sosro………he……..kaya iklan aja, sambil makan kami Reni cerita kesana kemari tetapi tak satupun masuk dipikiranku yang penting nanti malam aku bisa bermalam di kostnya. Sambil makan didepannya aku membayangkan isi dalam tubuh reni yang masih di bungkus baju merah tipis dan celana ¾ yang cukup tipis juga………mata aku tak berkedip ketika aku lihat didepan ku ada dua tonjolan yang menantang……….ingin rasanya meremas dan melumatnya ough…………..nikmat banget………….dan dengar desahan Reni yang semakin membikin nafsuku semakin memuncak ough………..nikmat bener………..”Eh……….Ant………..kamu ngapain……..? di ajak cerita malah melamun…………..” tegur Reni ketika melihat aku kosong menatapnya. ”Emh…………..eh………….aku baru sadar kalau hari ini aku lupa bawa dompet………….!!” jawab aku ……….biar Reni tak curiga kalau aku baru saja membayangkannya…………….”Ah……………..kamu bilang punya uang………lha nanti bayar pakai apa………..” tanya Reni…………..”Tenang aja………….kamu nanti aku tinggal disini dan aku hutang dulu sama bos……………” jawabku mengodanya……………..tetapi ketika Reni mulai agak panik aku beritahu ”Nggak usah kawatir aku bawa kok………………”. ”Uh…………..dasar…..orgil…….aku udah keringatan nih…………………” umpat Reni sambil cemberut ke arahku……………

Ketika pulang kerja……….aku langsung menuju ke parkiran motor dan ambil motor ke sayanganku ..”Yamaha Bison…..”………pakai jaket dan langsung cabut..aku hampiri Reni yang masih menunggu angkutan di depan kantor…….”Mau nggak aku anterin………………sampai kost………..tapi ingat uang angkotnya harus berikan sama aku…………..” rayuku……….”Nggak mau ah……..kalau uang angkotnya disuruh ngasih………….tapi aku nggak bawa helm….” jawab Reni………….”Santai aja nanti lewat gang……………” jawab ku sambil menyuruh Reni untuk segera naik karena gerimis mulai berjatuhan. Kami berdua menyusuri gang karena tak berani lewat jalan protokol yang di setiap pojok ada pos polisinya………kira-kira baru 10 menit kami aku geber ”Yamaha Bison aku ” eh…………….hujan turun deras dan aku ajak Reni berteduh………..aku lihat ada kios pinggir jalan yang tak digunakan langsung motor aku masukkan dan kita berteduh di dalamnya………baju dan celana aku cukup basah…..Reni mulai membantu membuang air yang ada di wajah aku dengan tangannya yang lembut…………..dan aku pegang sambil melihat matanya yang lentik………..Reni agak malu melihat ku……….”Trim ya……………ternyata kamu juga baik hati……….” kata aku sambil ikut mengusap rambutnya yang sedikit basah kena air…….kami bercerita sambil menunggu hujan reda………aku lihat Reni kedinginan……….aku buka jaket dan langsung memberikan untuk membungkus tubuhnya………..tanpa minta persetujuannya aku dekap dia dari belakang biar tambah hangat…………..baru beberapa menit aku rasakan tubuh Reni mulai hangat dan mulai bercerita sambil memegang kedua tangan ku yang melingkar di pinggangnya………….”Aku rasakan adik kecil ku agak gusar karena tepat di bokongnya Reni……..aku sampai agak malu………..tetapi karena aku suka bercanda maka aku berbisik di telinganya……….”Ehm……..sory ya………..adik kecil ku agak gundah……………”. Karena Reni memang jelas mersakan sesuatu yang bergerak dan menegang di bokongnya tak menjawab tapi mencubit tangan aku yang ia genggam…..ough………….sakit………….jerit ku karena Reni mencubit beneran………..tanpa mau mempedulikan aku……………………..

”Yuk……….pulang Ant……………sudah agak reda hujannya……………” ajak Reni,………..aku keluar dan dengan kedua tangan menguji masih ada air menetes tidak………Aku keluarkan kendaraan dan langsung meluncur ke kost Reni…………..yang lumayan jauh………..sampai di kost udah jam setengah tujuh malam. Waktu aku mau langsung pulang Reni pengangi tangan aku…..”Mampir dulu……………pulangnya nanti aja………” rengek Reni manja………..Aku parkirkan Yamaha Bison ke dalam depan kamar kost Reni yang sedikit pisah dari rumah utama………..”Kok sepi amat…………..” tanya aku sama Reni……………”Ya………teman-teman kost aku baru liburan semester………..dan keluarga Bp. Kost baru menengok Bapaknya yang di Purwokerto baru sakit….” jawab Reni sambil menuju ke kamarnya………aku duduk di kursi depan kost yang memang disediakan untuk tamu…………sambil melihat-lihat sekiling kost yang cukup rapi dengan beberapa tamannya…….Reni keluar kamar sambil bawa daster tipis dan pamitan ”Aku mandi dulu ya…………….” aku Cuma menganggukkan kepala sambil memperhatikan daster tipis yang dipakainnya Reni melihat kearahku sambil mengacungkan tangannya karena sadar kalau aku memperhatikan.

Aku tunggu sambil membaca koran…………..aku buka halaman olah raga…….aku senang sekali ketika di halaman depan olah raga muncul tulisan……”Madrid dipecundangi Barca di kandannya………” mampus kau madrid……….ya…….memang barca adalah klub kesukaan ku dari dulu……….”Eh………kok serius baca korannya………………” tepuk Reni dari belakang sambil merasakan lengannya yang mulus ke wajah ku………..”Ah nggak juga ……….ini baru baca berita olah raga……..”jawab aku sambil menaruh koran di meja…………..aku sedikit tertegun ketika Reni menuju tempat duduk didepan ku………….ough……….cantik putih bersih…………..memakai Tshirt cerah dan celana pendek banget……………kakinya bener-bener sempurna……….”Eh…….ngapain………..lihat aku kok kayak gitu…………….!?” tegur Reni sambil melihatku dengan tanda tanya………………aku mulai tersenyum melihat wajahnya yang penuh tanda tanya………….”Mosok………aku sebagai laki-laki normal nggak mengagumi kalau ada cewek cantik berdandan seperti ini…….aku yakin semua cowok setuju…………..” jawab aku dengan masih tersenyum padanya………”Eh……….Ant……………bisa main PS nggak aku punya lho………….walau cewek………..mau main nggak………?” ajak Reni. ”Ok siapa takut ?! ” jawab aku………….dan Reni mengajak aku masuk ke kamarnya yang cukup luas dan bersih……………dia langsung menghidupkan power PS sambil menyerahkan 1 stik ke arahku…………..”Mau main apa Ant………..?” tanya Reni……..”Bola bisa nggak ……..?!” tanya aku………….”sedikit-sedikit bisa lah…………..” jawab Reni………………aku lihat Reni belum lincah untuk main bola………”Gini aja pakai stik 1 aku latih kamu………………” kata ku ………Reni menhiyakan dan langsung menuju ke pangkuan ku dan kamu sering ketawa ketika Reni salah melakukan intruksi dari aku…………………tak tahu bagaimana memulainnya tahu-tahu……….aku udah memegang dua buah yang cukup besar di dada Reni……….dan mulai menyusupkan tangan ke dalamnya untuk meremas-remas………aku perhatikan Reni tak melawan tapi masih main bola walau tak tahu ke mana arah bolannya……………..dan aku mulai melumat bibir tipisnya………………dan mulai merasakan seluruh tubuh mulus dan halusnya…………dan sesekali meremas-remas payudaranya yang mulai mengembang…………………..dan aku mulai berani merayap ke arah selangkangannya dan mulai meremas lembut tonjolannya dan Reni melumat habis bibir ku………..ketika aku mulai meremas tonjolan itu…………….aku buka T-shirt putihnya dan mulai melorotkan Bhnya dan mulai mengulum habis puting payudaranya yang mulai menatang ke depan…………..

Ough………………rengek Reni sambil mengelengkan kepalanya kekiri dan kekanan, aku mulai panas dan sudah tak terkendali dan mengarahkan tangan reni yang halus………..untuk melepas celana dalam dan memasukkan tangannya ke dalam untuk mengelus senjataku yang udah menegang……………..ough………halus aku rasakan tangan Reni……………..dan tangan aku mulai melorotkan celana pendek Reni………..dan meremas-remas dengan halus…………….kaki-kaki Reni yang panjang bergerak-gerak mengikuti remasan tangan aku pada tonjolan di antara dua pikangnya yang mulus sambil mendesah………….”Ogh………………….ough…………………..sambil meremas-remas senjataku yang sedikit ngiler……………mengeluarkan air nikmat………….karena menahan………………..enak banget……………Aku rasakan Reni semakin panas karena semakin gelisah dengan memegang erat tubuh aku untuk dipeluknya dan…………………mulai aku masukkan senjata ke lubang di tonjolan kedua pikannya yang mulus ough,……………………Reni agak merintih…………….karena kurang pas…………….dan semakin dalam dan semakin dalam aku langsung mengoyangkan pinggul…………….ough………………..ehm…………………rintih Reni sambil memegang seprei tempat tidurnya yang semakin tak teratur………….aku semakin semangat untuk membuatnya bahagia…………………ough…………………ough……………ehm………………….dan Reni mulai ukut mengoyangkan pantatnya dan membawa pantat aku semakin dekat dan semakin cepat dan ough……………………….ough…………………..aku rasakan denyutan hebat di dalam lubang……………..dekat anusnya semakin cepat dan semakin cepat seperti menahan gerakan senjataku untuk keluar………………ough…..nikmat…………………semakin kencang aku mengerakkan pinggul………Reni semakin merintih…………….ough……………..ough……………………………..aku merasakan semprotan air cukup hangat ke senjata ku dan aku semakin gila mengerakkannya sampai Reni merintih ough………………….ough…………………dan akhirnya ku keluarkan senjataku ough………………ough…………….jrot………………crot………………dan Reni mengarahkan wajahnya ke senjata……………..ough………………..ouggh……….aku merintih keenakan ketika Reni mulai melumat senjata ku yang mulai loyo karena enja……………..ough…………..ough…………..rintih aku sambil menikmati lumatan bibir reni yang tipis dan hangat…………………………..kami saling memeluk dan tidak melepaskan…………..ketika aku bangun aku lihat jam di dinding kamar kost Reni menunjukkan pukul 1 pagi…………….aku segera bergegas………….tetapi tangan Reni……..memegang tangan aku yang mau mengangkat tubuhku………..”Mau kemana udah malam tidur sini aja……………..” kata Reni sambil memegang kencang tanganku……………ternyata Reni Cuma tiduran dan masih telanjang berdiri untuk menutup dan mengunci kamarnya………………..aku mengalah saja dan semalaman main PS kalau bosan………………….menikmati tubuh Reni yang hot……………………

January 16, 2012 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | 14 Comments

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 175 other followers